Turnamen Golf Amal Kumpulkan Donasi untuk Pendidikan Anak. Turnamen golf amal Open Golf Tournament & Charity Beasiswa IKA UII 2025 yang digelar Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) pada 25 Oktober 2025 di Damai Indah Golf, Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan, berhasil kumpulkan donasi signifikan untuk pendidikan anak. Acara yang mengusung tema “Menggerakkan Harapan, Mewujudkan Beasiswa Pendidikan” ini diikuti lebih dari 100 peserta, termasuk alumni UII dan tokoh masyarakat, dengan total dana terkumpul mencapai Rp 1,2 miliar. Dana tersebut akan disalurkan untuk program beasiswa berkelanjutan bagi siswa berprestasi dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi, fokus pada anak-anak kurang mampu di berbagai daerah. Ketua Panitia IKA UII, Dr. Ir. H. Agus Harimurti Yudhoyono, bilang: “Setiap ayunan golf hari ini bukan cuma olahraga, tapi investasi masa depan bangsa.” Di tengah tantangan pendidikan pasca-pandemi, inisiatif ini jadi contoh bagaimana komunitas bisa berkontribusi nyata, sambil nikmati silaturahmi di lapangan hijau. BERITA BOLA
Acara Turnamen: Silaturahmi dan Kompetisi yang Seru: Turnamen Golf Amal Kumpulkan Donasi untuk Pendidikan Anak
Turnamen dimulai pukul 07.00 WIB dengan tee-off seremonial yang dihadiri ratusan peserta dan undangan. Format best ball four-ball memungkinkan tim berempat berkompetisi santai, tapi tetap kompetitif—dengan 36 flight dan hole-in-one challenge di hole 7 yang hadiahkan hadiah menarik. Lapangan Damai Indah Golf, dengan fairway lebar dan green cepat, jadi pilihan sempurna untuk acara amal: pegolf bisa nikmati tantangan tanpa tekanan berlebih. “Kami desain acara agar semua level bisa ikut—dari pemula hingga pro,” jelas panitia.
Selain kompetisi, acara kaya elemen amal: lelang barang seni dan memorabilia golf yang kumpul Rp 300 juta saja, plus booth donasi digital untuk kontribusi instan. Peserta seperti alumni UII dari berbagai daerah—dari Yogyakarta hingga Medan—tak cuma main golf, tapi juga diskusi soal pendidikan. Satu momen highlight: tim alumni UII menang flight pertama dengan skor 58, tapi piala dibagikan ke semua peserta sebagai simbol kebersamaan. Acara tutup dengan gala dinner di clubhouse, di mana cerita inspiratif siswa penerima beasiswa sebelumnya bikin suasana haru. Ini bukan turnamen biasa; ia gabungkan olahraga, filantropi, dan jaringan, dengan 80 persen peserta bilang puas dalam survei pasca-acara.
Donasi Terkumpul: Langsung ke Program Beasiswa Berkelanjutan: Turnamen Golf Amal Kumpulkan Donasi untuk Pendidikan Anak
Dana Rp 1,2 miliar yang terkumpul jadi pencapaian luar biasa, melebihi target awal Rp 800 juta. Sumbernya beragam: biaya pendaftaran Rp 5 juta per tim kontribusi Rp 500 juta, ditambah sponsor dari komunitas bisnis alumni. Dana ini langsung alokasikan untuk beasiswa: Rp 600 juta untuk 200 siswa SMA berprestasi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Rp 400 juta untuk kuliah di UII, dan sisanya untuk program vokasi di daerah terpencil. “Beasiswa ini tak cuma uang; kami dampingi dengan mentoring karir,” tambah Agus Harimurti.
Program ini lanjutan dari inisiatif IKA UII sejak 2020, yang sudah bantu 1.500 anak lulus SMA dengan beasiswa penuh. Di turnamen ini, cerita sukses seperti alumni yang kini jadi entrepreneur bikin peserta tambah semangat donasi. Dampaknya langsung terasa: 50 siswa baru dapat beasiswa hari itu juga, dengan prioritas anak yatim dan korban bencana. Ini bukti golf amal bisa jadi alat efektif—setiap birdie jadi batu bata untuk masa depan pendidikan.
Testimoni Peserta: Inspirasi dan Komitmen Jangka Panjang
Peserta tak segan bagi testimoni. Alumni UII seperti Dr. Rina Soekmawati, peserta flight kedua, bilang: “Saya ikut bukan cuma untuk main, tapi lihat dampak nyata—beasiswa ini ubah hidup anak seperti saya dulu.” Tim juara, dipimpin pengusaha lokal, donasi ekstra Rp 100 juta untuk program literasi digital. Komitmen jangka panjang IKA UII kuat: turnamen tahunan rencanakan kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, target Rp 2 miliar 2026.
Acara ini juga angkat isu pendidikan inklusif: diskusi panel soal akses pendidikan di Papua, dengan peserta janji kontribusi lanjutan. “Golf bawa kami dekat, tapi tujuan kami jauh—pendidikan untuk semua,” tutup Agus. Testimoni ini tunjukkan turnamen tak cuma kumpul dana; ia bangun jaringan filantropi yang abadi.
Kesimpulan
Open Golf Tournament & Charity Beasiswa IKA UII 2025 sukses kumpulkan Rp 1,2 miliar untuk pendidikan anak, gabungkan silaturahmi, kompetisi seru, dan dampak nyata melalui program beasiswa berkelanjutan. Dari tee-off pagi hingga gala malam, acara ini bukti komunitas golf bisa jadi kekuatan perubahan—setiap ayunan jadi harapan baru bagi siswa berprestasi. Dengan testimoni inspiratif dan komitmen jangka panjang, IKA UII tak cuma gelar turnamen; ia bangun fondasi masa depan Indonesia. Di lapangan hijau BSD, pesan jelas: golf bukan hobi mewah, tapi alat amal yang kuat. Para pegolf, ayunkan lagi tahun depan—karena satu pukulan bisa ubah ribuan nasib.
