Fri. Feb 6th, 2026
Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi di Badminton Ganda

Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi di Badminton Ganda. Di badminton ganda profesional maupun level kompetitif pada awal 2026 ini, banyak pertandingan yang sebenarnya bisa dimenangkan justru berakhir kekalahan karena kesalahan fatal yang berulang dan sebenarnya bisa dihindari. Kesalahan ini sering muncul bukan karena kurang teknik, melainkan karena kurang kesadaran posisi, komunikasi buruk, atau keputusan taktis yang salah di momen krusial. Pasangan yang kuat secara fisik dan skill pun bisa kalah telak jika salah satu atau kedua pemain melakukan blunder sederhana seperti tabrakan, pukulan ceroboh, atau gagal menutup celah lapangan. Di turnamen besar tahun ini, analisis pertandingan menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen poin kemenangan lawan berasal dari unforced error pasangan sendiri, terutama di set ketiga saat tekanan dan kelelahan mulai terasa. Memahami kesalahan fatal ini menjadi kunci agar pasangan bisa naik level lebih cepat dan mengurangi poin yang sebenarnya “diberikan” gratis ke lawan. INFO TOGEL

Tabrakan atau Salah Antisipasi Posisi: Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi di Badminton Ganda

Salah satu kesalahan paling sering dan paling merugikan adalah tabrakan antar pasangan atau salah mengantisipasi posisi satu sama lain, terutama saat rotasi cepat atau saat menghadapi smash keras dari lawan. Banyak pasangan gagal berkomunikasi secara instan, sehingga keduanya bergerak ke bola yang sama atau justru meninggalkan celah besar di lapangan karena saling menunggu. Contoh klasik terjadi di zona tengah lapangan: bola datang tinggi ke tengah, pemain depan mundur tapi pemain belakang tidak maju tepat waktu, akhirnya bola jatuh di antara mereka tanpa disentuh. Kesalahan ini sering muncul karena kurang latihan rotasi tanpa suara atau karena ego kecil di mana salah satu pemain merasa “itu bola saya” tanpa konfirmasi. Di level profesional, tabrakan kecil saja bisa mengacaukan ritme dan memberi lawan poin mudah, apalagi jika terjadi berulang di set krusial. Pasangan yang kompak jarang melakukan kesalahan ini karena sudah punya isyarat mata atau gerakan tubuh yang otomatis menyatakan “saya ambil” atau “kamu cover”.

Pukulan Ceroboh atau Terlalu Berisiko di Posisi Sulit: Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi di Badminton Ganda

Pukulan ceroboh seperti smash terlalu keras dari posisi belakang yang tidak ideal, drive yang terlalu datar ke tengah net, atau net shot yang terlalu tinggi sering menjadi kesalahan fatal kedua yang paling banyak terjadi. Banyak pemain terbawa emosi atau ingin segera mengakhiri poin sehingga memaksakan smash meski sudutnya buruk, akhirnya bola keluar atau ditangkap block lawan dengan mudah. Di ganda, posisi belakang yang terlalu jauh dari net sering membuat pemain tergoda smash panjang yang akuratnya rendah, padahal pilihan lebih aman adalah clear tinggi atau drop pendek untuk mengembalikan bola ke baseline lawan dan memberi waktu reorganisasi posisi. Kesalahan ini bertambah parah saat pasangan sudah unggul poin dan ingin “mengamankan” kemenangan dengan pukulan berisiko tinggi, padahal justru pukulan sederhana dan aman yang lebih efektif menjaga keunggulan. Latihan mental dan kesadaran untuk memilih pukulan sesuai posisi serta skor menjadi solusi utama, karena satu pukulan ceroboh di game point bisa langsung membalikkan keadaan.

Gagal Menutup Celah Lapangan dan Komunikasi Buruk

Kesalahan fatal ketiga yang sering terlihat adalah gagal menutup celah lapangan akibat komunikasi buruk atau kurangnya kesadaran posisi lawan. Banyak pasangan meninggalkan zona tengah kosong saat keduanya terlalu fokus menutup sisi masing-masing, sehingga lawan dengan mudah melakukan drive tengah atau push ke area kosong yang langsung jadi poin. Komunikasi buruk juga terlihat saat pemain depan tidak memberi tahu pasangannya tentang lift pendek, akhirnya pemain belakang terlambat mundur dan bola jatuh di depan net. Di level tinggi, celah kecil saja cukup untuk lawan mencetak poin, apalagi jika pasangan tidak langsung menyesuaikan posisi setelah pukulan tertentu. Kesalahan ini biasanya muncul karena kurang latihan simulasi dengan variasi pukulan lawan atau karena pasangan belum sepenuhnya saling percaya untuk menutupi area masing-masing. Pasangan yang kompak selalu menjaga keseimbangan lapangan dengan rotasi otomatis dan komunikasi minimal tapi efektif, sehingga jarang memberikan celah gratis kepada lawan.

Kesimpulan

Kesalahan fatal di badminton ganda seperti tabrakan posisi, pukulan ceroboh, serta gagal menutup celah lapangan sering kali menjadi penyebab utama kekalahan pasangan yang sebenarnya punya teknik dan fisik lebih baik. Kesalahan-kesalahan ini biasanya lahir dari kurangnya latihan rotasi, komunikasi yang lemah, serta keputusan taktis yang terburu-buru di bawah tekanan. Di level profesional tahun 2026 ini, pasangan yang mampu meminimalkan unforced error melalui kesadaran posisi, komunikasi instan, dan pilihan pukulan cerdas hampir selalu keluar sebagai pemenang, terutama di set ketiga atau game point. Bagi pemain dan pelatih, fokus mengurangi kesalahan fatal ini sama pentingnya dengan mengasah smash atau footwork, karena satu blunder kecil bisa menghapus semua keunggulan yang sudah dibangun. Tren ini mengingatkan bahwa di ganda, kemenangan sering ditentukan bukan oleh siapa yang lebih kuat, melainkan oleh siapa yang lebih sedikit memberi poin kepada lawan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *