Sun. Nov 30th, 2025
analisis-kesalahan-umum-pemula-saat-tanding-biathlon

Analisis Kesalahan Umum Pemula Saat Tanding Biathlon. Biathlon itu kejam buat pemula: lari ski sampai napas tersengal, lalu harus tembak akurat saat jantung berdegup 180 kali per menit. Hasilnya? Banyak yang pulang dengan penalti loop penuh atau finis 5-10 menit di belakang. Musim 2025/2026, klub-klub di Eropa dan Amerika catat kesalahan yang hampir sama dari atlet baru. Berikut 3 kesalahan paling fatal yang sering dilakukan pemula—dan cara langsung menghindarinya. BERITA BASKET

Start Terlalu Kencang, Habis di Lap 1: Analisis Kesalahan Umum Pemula Saat Tanding Biathlon

Pemula sering “gaspol” dari menit pertama karena adrenalin tinggi. Akibatnya: laktat langsung 10+ mmol/l, napas ngos-ngosan saat masuk range pertama, dan tembakan meleset 3-4 dari 5. Johannes Bø pernah bilang: “Lap pertama harus terasa lambat.” Atlet elite start di 88-90 % usaha maksimal, baru naikkan di lap terakhir. Solusi langsung: pakai heart rate monitor atau GPS watch. Target lap 1 hanya 85-88 % HRmax. Kalau tak punya alat, pakai “talk test”—masih bisa ngomong kalimat pendek tanpa tersengal.

Tembak Buru-buru, Trigger Happy: Analisis Kesalahan Umum Pemula Saat Tanding Biathlon

Pemula sering panik saat lihat lawan masuk range, lalu buru-buru tembak. Hasilnya: nafas belum stabil, tangan gemetar, dan target meleset jauh. Data 2024-2025 tunjukkan pemula butuh rata-rata 38-45 detik untuk 5 tembakan (elite hanya 22-28 detik), tapi akurasi cuma 55-65 %. Solusi langsung: patuhi rutinitas 10-12 detik tetap—tarik napas dalam 4-4-4, baru angkat senapan. Jangan lihat lawan, lihat hanya front sight dan target. Lebih baik lambat 5 detik tapi clean daripada cepat tapi 2 penalti loop (150 m = 30-35 detik).

Salah Gear dan Ritme di Tanjakan

Pemula sering pakai gear terlalu tinggi (one-skate) di tanjakan berat—boros tenaga, laktat meledak, dan ski malah melambat. Akibatnya: masuk range dengan napas tersengal dan tembakan kacau. Atlet elite pakai Gear 2 (offset/V2 alternate) di hampir semua tanjakan, ritme 90-100 langkah/menit, hemat 10-15 % energi. Solusi langsung: tanjakan >6 % kemiringan selalu pakai Gear 2, fokus dorongan pole kuat dan glide panjang. Latih di roller ski: 10×1 menit tanjakan Gear 2 dengan 1 menit recovery—dalam 4 minggu ritme sudah otomatis.

Kesimpulan

Kesalahan pemula di biathlon hampir selalu sama: start terlalu kencang, tembak buru-buru, dan gear salah di tanjakan. Tiga hal ini bisa bikin beda 2-5 menit di sprint 10 km. Kabar baiknya: semua bisa diperbaiki dalam 4-8 minggu dengan latihan terarah—pakai HR monitor, patuhi rutinitas tembak, dan kuasai Gear 2 di tanjakan. Biathlon memang keras, tapi pemula yang hindari tiga jebakan ini biasanya langsung naik 10-20 posisi di lomba kedua atau ketiga. Jadi, santai di lap pertama, tenang di range, dan hemat tenaga—maka podium bukan lagi mimpi. Winter is coming—siap lebih pintar?

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *